KUSTAPRE 8 : Peran Mahasiswa dalam Mewujudkan “RIAU GO IT”

Hai semua sahabat Predatech, apa kabar dan bagaimana kuliahnya ? Semoga dalam keadaan baik-baik saja dan kuliahnya tetap berjalan dengan lancer,  Aamiin. Kali  ini admin akan berbagi informasi tentang agenda mingguan Predatech  yaitu Kustapre (Diskusi Santai Predatehch) tepatnya kustapre ke-8 pada tanggal 22 April 2017 yang dilakukan Sekitar Lingkungan Rektorat Universitas Riau. Kustapre kali ini juga dihadiri oleh salah seorang pendiri Predatech yaitu kak Richa Dwi Kusmiyanti, S.Kom.

kustapre

Tema pada kustapre kali ini adalah Peran Mahasiswa dalam Mewujudkan “RIAU GO IT”. Agenda ini diawali dengan sharing informasi yang diberikan oleh Bambang Setiawan, Hamdani Asril dan Suliatun yang telah menghadiri Forum Group Discussion(FGD) “Akankah Riau GO IT Sampai dikawasan Pedesaan?” yang diadakan oleh LKBN Antara, dan juga dihadiri Oleh Gubernur Riau Ir. H. Arsyadjuliandi Rachman, M.B.A. dan juga Bupati/Walikota se Riau Ketua DPRD Kabupaten/Kota Se Riau, Kepala Diskominfo Kabupaten Kota, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa kabupaten/kota, Rektor Perguruan tinggi, perusahaan swasta, praktisi dan penggiat IT, Perwakilan Desa serta Media Massa.

Untuk menerapkan DESA IT memanglah bukan perkara yang mudah, mengingat kita harus merubah paradigma masyarakat desa tentang IT. Selain itu kurangnya insfrastruktur juga menjadi penghambat terciptanya desa IT di Riau.

“Perguruan Tinggi merupakan salah satu aspek yang mendukung terciptanya RIAU GO IT, karena setiap tahunnya mengirimkan ribuan Mahasiswa untuk melakukan kegiatan KKN kesetiap penjuru Desa. Pada kesempatan inilah mahasiswa bisa memberikan pencerahan kepada masyarakat desa tentang penting nya IT disaat ini” tutur Bambang Setiawan dalam diskusi ini yang dikutip dari perkataan Pegiat IT Riau Hisam Setiawan.

Menambahkan hal diatas, saudari suliatun juga menambahkan bahwa enggannya mahasiswa pulang ke desa asalnya setelah lulus kuliah juga membuat program ini tidak berjalan dengan baik. Mahasiswa menganggap desa nya itu tidak keren, jadi mereka lebih memilih untuk mencari kerja di kota dari pada  harus kembali ke desa asalnya. Padahal jika dilihat dari sudut pandang lain, mahasiswa tersebut lah yang harusnya menjadikan desa nya menjadi lebih keren, dengan menerapkan segala ilmu yang didapatkannya selama menuntut ilmu dibangku perkuliahan.

Inti dari diskusi kali ini adalah mahasiswa adalah salah satu aspek terpenting dalam menciptakannya desa-desa di Riau menjadi mengenal IT, dengan kembali ke Desa nya dan membangun desanya menjadi lebih baik.

Pada akhir diskusi juga disampaikan oleh Saudara Ikbal Gazalba dan Hady Eka Saputra tentang rencana pembuatan ID Card dan juga system informasi keanggotaan Puzzle Research yang telah dicanangkan.

Acara diskusi kali ini ditutup dengan sepatah kata dari kakak Richa Dwi Kusmiyanti, S.Kom tentang kesan-kesannya melihat perkembangan yang terjadi didalam Predatech. Predatech yang awal berdirinya hanya terdiri dari beberapa orang, kini telah menjadi organisasi besar yang telah berhasil mengirimkan wakilnya dalam beberapa acara-acara bertaraf Nasional. Melihat hal tersebut Kak Richa Juga menyampaikan agar azaz kekeluargaan dalam organisasi ini tetap dijujung tinggi, karena organisasi ini berdiri atas azaz kekeluargaan.

Bambang Setiawan

About adminuin

Check Also

Coaching Clinic 2022 Baper dan Pamer

Divisi Riset Publikasi dan Karya Ilmiah (RPKI) Puzzle Research Data Technology (Predatech) UIN Suska Riau …

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Solve : *
28 × 25 =